10 Kesalahan Terburuk Yang Dilakukan Oleh Investor Pemula

Menginvestasikan uang anda bisa menjadi hal yang sangat menarik – meskipun sebenarnya menakutkan. Secara keseluruhan, anda ingin uang tersebut bertumbuh sehingga anda dapat menikmati masa pensiun yang nikmat. Tetapi investasi bisa menjadi pertandingan yang sulit, terutama jika anda mengikuti berita harian pada tren pasar atau mengambil nasihat investasi dari teman dan keluarga. Dibawah ini adalah cara untuk mengelola keuangan anda dan menghindari kesalahan umum yang kerap dilakukan oleh investor pemula, yaitu:

  1. Membeli “saham panas” terbaru

Kita terkadang tergoda untuk membeli “aksi terpanas” didalam pasar. Sayangnya, anda mungkin mengatur diri dalam kekecewaan jika mengejar saham “panas”. “Kinerja terbaik di masa lalu juga bisa berarti resiko tinggi”, kata Daniel Zajac – pakar keuangan bersertifikat dan pemilik Finance and Flips Flops. “Jika anda membeli pada waktu yang salah, anda kemungkinan membuka diri untuk menerima resiko yang lebih besar”.

Daripada mengejar saham “panas”, lebih baik anda melakukan penelitian sendiri. Membeli saham dengan fundamental sehat dan hasil penilaian yang wajar, serta menghindari membuat keputusan yang emosional.

  1. Hanya membeli satu saham

Kunci untuk berinvestasi adalah diversifikasi. Dengan melakukan diversifikasi atas investasi, anda mendapatkan navigasi tertinggi dan terendah didalam pasar. Tentang hal ini, Zajac memperingatkan para investor akan bahaya dari menginvestasikan satu saham saja.

“Kunci (untuk) setiap strategi investasi yang sehat adalah diversifikasi”, katanya. “Memilih satu saham dapat menjadi situasi kebalikan dari diversifikasi. Anda benar-benar menempatkan semua telur ke dalam satu keranjang”.

Apalagi yang dibeli itu ternyata adalah saham yang bersifat perjudian. Ini sama saja dengan kita bermain judi / taruhan langsung pada casino.

  1. Tidak mengetahui sesuatu yang anda investasikan

Sang investor legendaris – Peter Lynch pernah berkata bahwa saat anda siap untuk berinvestasi di sebuah perusahaan, anda harus dapat menjelaskan mengapa secepat dan sesederhana dengan hanya menjaga perhatian siswa kelas lima ini.

“Investasi dalam sesuatu yang tidak bisa anda jelaskan kepada orang lain maka itu berarti anda berinvestasi dalam buta arah”, kata David Auten di Debt Free Guys.

  1. Berinvestasi tanpa adanya rencana

Mantan makelar saham – John Schmoll dari Frugal Rules menekankan pentingnya membuat rencana sebelum berinvestasi:

“Saya melihat semua waktu ini saat saya masih menjadi seorang makelar saham. Saya akan berbicara dengan investor pemula, dan salah satu kesalahan paling umum yang mereka lakukan adalah berinvestasi tanpa rencana”, katanya. “Mereka akan mendengar suatu berita atau membaca sesuatu via online yang mengatakan bahwa ada kesempatan didalam saham tertentu *yang tidak bisa dilewatkan*. Selanjutnya, mereka berbalik dan meletakkan semua uangnya pada saham tersebut serta menyaksikannya anjlok”.

  1. Membeli saham atas sebuah rekomendasi

Saat berbicara saham, orang tidak pernah kekurangan rekomendasi. Para cendikiawan investasi dan orang-orang di jalan yang berteriak-teriak untuk memberitahukan anda sebuah kunci untuk memilih saham yang cerdas. Mereka bisa saja sepupumu, saudara iparmu atau tetangga sebelah rumahmu.

Mungkin mudah untuk mengikuti saran orang lain, kata Zajac. “Sebelum anda melompat, tanyakan pada diri anda – apakah anda sungguh-sungguh ingin berinvestasi berdasarkan keinginan dari orang lain”, katanya.

  1. Memeriksa investasi perhari

Mungkin anda kadang merasa tergoda, namun memeriksa investasimu setiap hari akan membuat anda menjadi gila. Jika anda seorang investor jangka panjang, tidak ada keuntungan untuk menjaga setiap gerakan kecil yang terjadi didalam portofoliomu.

“Ini adalah cara yang bodoh jika memeriksa saham setiap hari”, kata Jim Wang dari WalletHacks.com. “Lebih baik anda mengawasi pergerakan sahammu, tetapi jika anda melihatnya setiap hari maka anda bisa tergoda untuk bereaksi – terutama di pasar yang bergejolak. Cara yang terbaik adalah memiliki rencana, membuat anda tenang dan berkepala dingin. Bereaksi berdasarkan emosi selalu menjadi ide yang buruk”, katanya.

  1. Membeli karena melihat merek

Jangan biarkan dirimu terpesona oleh karena merek suatu dana atau perusahaan. Bandingkan biaya dana secara objektif dan mempertimbangkan kinerja di masa lalu.

“Hanya karena anda membeli dana di Vanguard, itu tidak berarti anda sudah melakukan hal baik”, kata Zajac. “Tidak semua dana Vanguard terlihat sama. Beberapa diantaranya dikatakan aman sementara yang lainnya dianggap beresiko. Ketahuilah invetasimu secara merinci. Jika tidak, anda mungkin tidak memiliki investasi yang tepat sama sekali”.

  1. Menggunakan Jim Cramer sebagai penasihat investasimu

Pakar keuangan generasi millennium, LaTisha Styles dari Young Finances mengatakan bahwa dirinya pernah membuat pilihan yang buruk dengan menggunakan CNBC sebagai penasihat investasinya. “Saat saya pertama kali mulai berinvestasi, saya gunakan untuk membeli saham berdasarkan rekomendasi dari CNBC”, katanya. “Ini tidak hanya strategi yang mengerikan, tetapi juga kita tidak bisa mengetahui bagaimana caranya menyeimbangkan portofolio sehingga membuat kita menderita kerugian yang besar”.

  1. Berinvestasi secara berlebihan di saham perusahaan

Katie Brewer – CFP dari Your Richest Life memperingatkan terhadap berinvestasi secara berlebihan dalam saham perusahaan anda. Dia mengatakan bahwa dirinya memiliki banyak klien ‘yang terlalu bersemangat ingin memiliki saham perusahan”.

Tidak hanya investasi secara berlebihan didalam saham perusahaanmu yang akan meminimalkan diversifikasi portofolio, tetapi hal tersebut juga menempatkan anda dalam bahaya saat perusahaan memiliki masalah. Ketika modalmu – yaitu keuntungan di masa depan anda – yang terikat dalam perusahaan bersamaan dengan modal finansialmu, kekayaanmu sekarang dan di masa mendatang dapat terancam jika anda kehilangan pekerjaan atau perusahaanmu gulung tikar.

  1. Berinvestasi tanpa adanya strategi

Pahamilah mengapa anda membeli saham atau mengetahui keadaan apa yang anda harapkan untuk menjual saham. Singkatnya, miliki pintu strategi untuk keluar dan masuk.

“Tidak memiliki pintu strategi keluar dan masuk berdasarkan spesifik daripada hasil emosi mungkin akan memicu pembelian impulsive dan keuntungan dari hasil penjualan akan berkurang”, kata Auten. Tanpa adanya strategi, anda akan mendapatkan kesulitan. Hal ini dapat menyebabkan anda untuk mengambil kerugian yang tidak perlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *